Rabu, 06 Maret 2013

RIBETNYA JADI GURU BAHASA ..

ini tugas media pembelajaran yang bikin bocah-bocah sekelas pada pusing kara ke-enggak jelasan dosennya... di tambah lagi dosen pada komkan kasi tugas di waktu yangbersamaan.. belom lagi saya yang di ultimatum semua dosen buat ngumpulin dan ngerekap tugas temen-temen sekelas 60 orang maaannnnnn wow bgt... zzzzz --" PENGGUNAAN MEDIA TEKS DONGENG DALAM PEMBELAJARAN MENGANALISIS TEKS ANEKDOT BAIK MELALUI LISAN MAUPUN TULISAN Oleh Hani Muthiah 105030103 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2012 Teori Media PENGERTIAN MEDIA Secara Bahasa, Kata Media berasal dari bahasa Latin "Medius" yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media diartikan perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Pengertian Media menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4), Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”. Dijabarkan juga oleh Djamarah (1995 : 136), Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”. Gerlach dan Ely (1971), menjelaskan bahwa Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Selain itu, AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Heinich, dan kawan-kawan menjelaskan bahwa istilah Medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Hamidjojo dalam Latuheru (1993), memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebarkan ide, gagasan, atau pendapat sehingga dapat sampai ke penerima yang dituju. Contoh-contoh Media antara Lain: Televisi, Radio, Film, Gambar yang di proyeksi, OHP, LCD, dan lain-lain. Media pembelajaran secara umum adala alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan. Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti :buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikas i dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Ada beberapajenis media pembelajaran, diantaranya : Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik Media Audio : radio, tape recorder, laboratoriumbahasa, dansejenisnya Projected still media : slide; over headprojektor (OHP), in focus dansejenisnya Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputerdansejenisnya. Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang menentukan hasil belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal. Tujuan menggunakan media pembelajaran : Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu : mempermudah proses belajar-mengajar meningkatkan efisiensi belajar-mengajar menjagarelevansi dengan tujuan belajar membantu konsentrasi mahasiswa Menurut Gagne : Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar, Menurut Briggs : Wahana fisik yang mengandung materi instruksional. Tidak diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media pembelajaran tersebut. 2. PENGERTIAN TEKS ANEKDOT BAIK SECARA TERTULIS ATAUPUN LISAN. Anekdot adalah sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si pembaca. Teks Anekdot sering juga disebut dengan cerita jenaka. Unsur-unsur pembentuk teks anekdot baik secara tertulis ataupun lisan. sifat watak yang terlalu bodoh atau terlalu pintar adanya unsur-unsur kebetulan dalam cerita kelucuan yang ditimbulkan dari jalan cerita itu sendiri permainan kata-kata yang melucukan Ciri-ciri teks anekdot baik secara tertulis ataupun lisan. Cerita-cerita yang bercorak lucu, berkisar pada watak di kalangan raakyat yang lucu. Nama watak melambangkan sifat-sifat watak Contohnya : Kelucuan cerita jenaka dilahirkan dari sifat dan tindakan yang dilakukan oleh watak itu sendiri. Sifat-sifat watak lucu dalam cerita dibahagikaan kepada 3 gologan. Dari segi latar, berlaku di alam nyata, masyarakat manusia biasa, suasana masyarakat tani atau nelayan dan tidak bercmpur dengan alam fantasi Berfungsi sebagai hiburan dan sebagai alat kritikan social MEDIA CERITA DONGENG Dongeng adalah cerita fiktif atau cerita imajinatif. Oleh karena itu, di dalam dongeng ada tokoh, watak tokoh, alur, latar dan unsur cerita lainnya. Perbedaan yang mencolok dengan cerita – cerita lainnya adalah pada kefiksiannya. Di dalam dongeng mungkin kita akan menemukan manusia bisa terbang atau binatang bisa bicara. Dari situlah dongeng memiliki daya tarik tersendiri khususnya bagi anak – anak, selain itu dongeng juga menyimpan moral value apa yang menjadi pesan dongeng tersebut. Dan ini menjadi daya tarik bagi orang tua dalam pembelajaran kepada anaknya Dongeng dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, antara lain yaitu: 1. Fabel (cerita binatang) seperti : cerita Si Kancil, Kera dan Kura, dan lain – lain 2. Cerita jenaka (cerita yang lucu): contoh: ‘Si Kabayan’, ‘Lebai Malang’ dan lain – lain 3. Legenda (cerita berkaitan dengan asal – usul tempat) contoh: ‘Tangkupan Perahu’, Roro Mendut’, ‘Danau Toba’ dan lain sebagainya 4. Mite (cerita dewa – dewi, makhluk halus, dan hal – hal goib) contohnya: ‘Nyi Roro Kidul’, ‘Roro Jonggrang’ dan lain sebagainya 5. Sage (cerita dongeng yang mengandung unsur sejarah) contoh: ‘Tutur Tinular’, ‘Paraton’ dan lain sebagainnya 6. Parabel (cerita yang berisi unsur pedidikan atau keagamaan) contoh: ‘Damarwulan’, ‘cerita sepasang selop putih’ dan lain sebagainnya SKENARIO PENERAPAN MEDIA BUKU DONGENG DALAM PEMBELAJARAN MENGEVALUASI TEKS ANEKDOT Kegiatan Pendahuluan Guru menyampaikan salam. Guru mengondisikan kelas dan mengecek kehadiran siswa. Guru mengadakan apersepsi. Guru mengadakan pretes. Kegiatan Inti Eksplorasi Mendengarkan materi teks anekdot yang disertai dengan contoh teks anekdot misalnya kabayan. Menyampaikan secara lisan materi teks anekdot yang meliputi pengertian, unsur dan stuktur dengan menggunakan bahasa sendiri secara bergantian. Elaborasi Mendiskusikan apa itu teks anekdot. Memberikan tanggapan dari contoh teks anekdot yang diberikan. Konfirmasi Guru memberikan umpan balik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi teks anekdot yang disimak. Siswa menyampaikan permasalahan yang belum dikuasainya tentang menyimak materi teks anekdot dengan tepat. Guru menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan tentang materi pelajaran yang belum dikuasai. Guru memberikan pengahargaan secara lisan tentang prestasi belajar menyimak berita yang diraih siswa. Guru membantu menyelesaikan masalah yang masih dihadapi siswa. Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Kegiatan Penutup Guru mengadakan refleksi terhadap hasil pembelajaran. Guru memberikan postes. Guru memberikan umpan balik berupa tugas mengarang teks anekdot. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada per¬temuan berikutnya. Guru menutup pembelajaran. D. RPP ( RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN) NamaSekolah : …………………… Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / semester : X/I JumlahPertemuan :4 x 45 menit Standar Kompetensi Mengnalisis teks anekdot, laoran hasil obseervasi, prosedur kompleks, dan neoosisi baik melalui lisan maupun tulisan. Kompetensi Dasar Menganalisis teks anekdot melalui lisan dan tulisan. Indikator Memahami struktur dan kaidah teks anekdot melalui lisan atau tulisan Memahami unsur-unsur yang terkait dalam teks anekdot melalui lisan atau tulisan Mengidentifikasi teks anekdot melalui lisan atau tulisan Menuliskan teks anekdot melalui lisan atau tulisan TujuanPembelajaran Melalui kegiatan pembelajaran ini, siswa dapat Memahami struktur teks anekdot Memahami kaidah teks anekdot Menyampaikan secara lisan dan tulisan teks anekdot yang telah dsampaikan secara runtut dan jelas Mengajukan pertanyaan/ tanggapan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat PBKB (pendidikan budaya dan karakter bangsa ) Berpikir logis Kritis Kerja keras Mandiri Demokratis Materi ajar Pengertian teks anekdot. Unsur-unsur pembentuk teks anekdot. Ciri-ciri teks anekdot Alokasiwaktu 4 x 45 menit Kegiatanpembelajaran No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 1 Kegiatan Awal Mengecek kehadiran siswa Guru melakukan ice breaking c. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran kepada siswa. 15 menit 2 Kegiatan inti Eksplorasi: Siswa mendengarkan penjelasan tentang pengertian anekdot Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti. Guru memperlihatkan media tantang anekdot. Elaborasi Siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok. Guru memberikan petanyaan tentang materi yang dibahas. Siswa menjawab petanyaan dengan berdiskusi berdasarkan kelompoknya. Guru menanyakan hasil jawaban pada setiap kelompok. Siswa menjawab pertanyaan berdasarkan hasil diskusi pada kelompoknya. Guru dan siswa mendiskusikan hasil jawaban dari setiap kelompok. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan siswa. Konfirmasi Guru menyimpulkan hasil pembelajaran dan menegaskan kembali materi pembelajaranyang telah disampaikan. 60 menit 3 Kegiatan Akhir Guru dan siswa menarik kesimpulan dari hasil pembelajaran. b.Guru menutup pembelajaran 15 menit Penilaian Prosedur : Penilaianhasil Pedoman Penskoran Pedoman Penilaian Proses NO. NAMA ASPEK YANG DINILAI NILAI Berpikir logis Kritis Kerja keras Mandiri Demok-ratis Keterangan: Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang) Pedoman Penilaian Tes Tertulis No Aspek Skor Pedoman Penilaian Nilai=█(Skor Perolehan Siswa @)/(Skor Ideal (Skor Total) ) x Bobot Soal (10/100) Teknik : Teslisan Bentuk : unjukkerja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar